KSG Averroes is created at February 2 , 2008, in effort to make study centre and gender research that has multicultural perspective, developing cadre capacity that has interdisciplinary gender perspective and to create network with other institution that concern gender justice and equality. KSG Averroes Vision is : “Community with gender justice and equality, empowerment, inclusive, and able to be inspiration for civilization advance.’
KSG Averroes develops study and discourse as media supporter to create an awareness and gender discourse and multiculturalism. Beside that, KSG Averroes also makes research and advocacy as mid term framework in effort to apply the activity rail society-based. The aim is to create perfect cadre to read society reality in order able to make action that will make direct contribution for society. KSG Averroes carries out gender-based research method training, implementing cooperation research with other institution and implementing autonomous research.
KSG Averroes develops education and training as one supporting system to develop needed skill. In first year, KSG Averroes makes coordination with Malang Regency DEPAG, Malang Regency DPRD, and SLB Pembina Lawang. KSG Averroes also gives special education
socialization and special service education to Children with Special Need (ABK) studying at MI and MTs at all Malang Regencies and for teachers and headmasters. KSG Averroes also facilitates the communication between school and district government (Depag) related to
facility for ABK.
KSG also organizes the curriculum development of Based-Gender Democracy School. This activity is cooperation with PlaCID’s Averroes and Indonesian Community for Democracy (KID) applying Democracy School Program. Reading and Curriculum analysis are used in the program. Then, the reading and analysis become reference to make new curriculum. The aim of curriculum development is to give apprehension and awareness to gender- based curriculum.
Averroes Community
Jl . Manunggal, Pondok ABM Permai, Kav. A-3 Mojolangu Malang Jawa Timur Indonesia. Telefax:+62341472473
www.averroes.or.id — mail: info at averroes.or.id
Lebih Jauh dengan Averroes Community
Download Profil Averroes Community
Akal dan wahyu sama-sama merupakan karunia Allah. Akal dan wahyu bagaikan “saudara sesusuan” (ukht al-radi’ah) yang bisa dibedakan tapi tidak mungkin dipisahkan. Akal memerlukan wahyu karena ada sesuatu di dunia ini, khususnya yang berkaitan dengan alam gaib (metafisika), yang tak bisa dicapai akal. Sementara wahyu juga memerlukan akal karena tanpa akal, wahyu tak bisa dipahami.
Averroes adalah figur yang berbeda dengan tokoh-tokoh besar Islam lainnya. Buah pemikirannya sangat berpengaruh bagi peradaban modern. Perhatian Averroes jauh melampaui sekat-sekat agama. Pemikirannya bersifat universal. Ia sangat apresiatif terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional.
Averroes selalu membuka ruang bagi kemungkinan datangnya kebenaran baru. Baginya, sumber kebenaran tidak hanya datang dari wahyu, tapi juga dari hikmah para filsuf dan pemikir. Averroes selalu berusaha mengharmonisasikan dua sumber kebenaran yang diyakininya, yakni wahyu dan akal. Tidak ada pertentangan antara wahyu dan akal, antara agama dan ilmu, antara syari’ah dan falsafah.
Di sinilah gagasan utama Averroes tentang penyatuan dua sumber kebenaran yang kerap dipertentangkan menjadi inspirasi mendalam bagi sekelompok anak muda yang tinggal di Malang untuk mengembangkan pemikiran-pemikirannya.
Penggunaan nama Averroes sebagai nama komunitas bukan semata-mata didasari oleh figur Averroes sebagai personal, melainkan karena buah pemikirannya yang mampu mengubah stagnasi menjadi dinamika. Penggunaan nama Averroes juga bukan sebagai bentuk pengkultusan.
Dengan semangat membangun wacana kritis rakyat, untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki jati dirinya secara otonom, kritis, demokratis, humanis dan mandiri, maka didirikanlah Averroes Community.
————–
Averroes Community didirikan dengan tujuan untuk melakukan usaha-usaha mendorong kelompok-kelompok masyarakat mendapatkan ruang otonom untuk menentukan nasib sendiri melalui pendidikan, pendampingan dan menyebarkan informasi melalui media yang ada; melakukan kajian dan penelitian; melakukan penyebaran gagasan kepada masyarakat melalui media penerbitan; memberi jasa-jasa konsultasi dan advokasi.

