Gender dan Demokrasi
Posted on 09. Oct, 2009 by admin in Buku Gender
Oleh Sri Astuti
“Gender dan Demokrasi”, itulah judul buku seri demokrasi edisi ke-8, yang merupakan kumpulan tulisan dari para pemerhati gender. Buku ini dituangkan dalam Program Sekolah Demokrasi yang notabenya sebagai penggerak demokrasi. Memang, dua kata ini –Gender dan Demokrasi– selalu menjadi wacana yang masih layak dan hangat untuk dikupas dari banyak prespektif.
Dalam buku ini, penulis mengangkat wacana gender dan demokrasi dalam berbagai sudut pandang, diantaranya adalah dari sisi seksualitas, pembangunan, multi kultural, hak asasi manusia, dan anggaran yang responsif gender. Untuk spesifikasinya, buku ini bagi menjadi 5 (lima) bagian, masing-masing bagian menjelaskan secara detail tentang topik yang diangkat.
Bagian I, menjelaskan isu gender dan demokrasi. Penulis menuangkan pikirannya mengangkat wacana isu gender, demokrasi, dan ‘gender ketiga’. Memang idealnya dari kalangan pejuang gender tidak ada istilah ‘gender ketiga’, namun faktanya di lapangan dalam versi tertentu ada sebagian kelompok yang merasa penting untuk dikupas.
Selain, isu seksualitas seperti yang digambarkan dalam bagian sebelumnya, bagian II menerangkan bahwa perubahan sosial selalu menjadi sebuah keniscayaan. Penulis meyakini dinamika sosial pasti terjadi dalam kelompok masyarakat, dalam proses perubahan ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi yang banyak diperankan oleh perempuan. Di kalangan gress root, partisipasi perempuan menjadi sangat menentukan peningkatan sirkulasi perekonomian. Tapi sayangnya kerja keras perempuan yang turut menopang pembangunan bangsa ini, tidak diimbangi dengan hak yang seharusnya mereka dapat, yakni keadilan. Menjadi sangat dibutuhkan, sistem pengarusutamaan gender sebagai metode untuk peningkatan kapasitas perempuan sebagai manuasia yang harus diperhatikan kesejahteraanya. Untuk memperoleh keadilan gender, tidaklah mudah untuk perempuan, butuh perjuangan keras, dan tentunya harus ada dukungan dari banyak pihak.
Penulis menggambarkan kesulitan perempuan untuk memperoleh haknya, sehingga dalam III, ia memaparkan bahwa budaya punya andil besar dalam menkonstruk “dosa sejarah bangsa” terhadap perempuan. Buku ini menegaskan, perempuan sulit sekali memperoleh identidas diri, kemerdekaan dan kebebasan berfikir. Nah, wacana multikultural menjadi penting sebagai landasan berfikir. Karena, penulis menegaskan bahwa multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui, menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras, kelas. Sikap yang ditimbulkannya adalah memandang keunikan manusia dengan tanpa membedakan ras, budaya, seks, kondisi jasmaniah atau status ekonomi seseorang.
Dus, hal ini berkaitan dengan bagian IV yang membahas topik kekerasan dan perempuan. Perempuan memang rentan sekali dengan kekerasan, sering kali menjadi korban kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan tidak hanya terjadi di luar rumah saja, bahkan di dalam rumahpun kekerasan tetap terjadi, kasus ini disebut kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dari fenomena ini perempuan sulit sekali mendapatkan hak-haknya, yang diantaranya hak untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman, padahal ini merupakan hak dasar yang harusnya dimiliki oleh setiap insan.
Dari beberapa topik di atas, dibagian terakhir, penulis mengupas sedikit tentang anggaran yang diperuntukkan guna kepentingan yang berimbang yaitu anggaran dana APDB yang responsif gender. Setiap pos membutuhkan dukungan dan suplay dana yang manfaatnya dapat dirasakan oleh perempuan. Untuk itu, dalam menyusun rancangan pendapatan belanja negara (RAPBD) yang disusun oleh dewan perwakilan rakyat (DPR/D) harus benar-benar dapat diterima manfaatnya oleh semua kalangan masyarakat, baik secara kuantitas maupun kualitas, tentunya dengan melakukan pemberdayaan masyarakat yang berdasarkan kebijakan yang responsif gender dan bottom up.
Sri Astuti, KSG Averroes
Keterangan Buku
Judul Buku : Gender dan Demokrasi
Penulis : Happy Budi dkk
Cetakan I : Januari, 2008
Penerbit : Program Sekolah Demokrasi bekerjasama dengan Averroes Press

